DPO.PORT AU PRINCE - Sebagian narapidana di penjara Haiti utara
melarikan diri pada Sabtu (22/10/2016) setelah membunuh seorang penjaga dan
mencuri senjata api. Pihak berwenang segera melakukan perburuan dengan dukungan
dari pasukan penjaga perdamaian PBB untuk membekuk 174 buronan.
"Polisi mendirikan pos pemeriksaan di jalan-jalan yang
mengarah dari penjara dan menahan beberapa orang yang tidak mengantongi kartu
identitas" kata seorang saksi mata kepada Reuters, Minggu (23/10/2016).
Untuk diketahui, 266 narapidana dari penjara Arcahaie tidak menggunakan seragam
sehingga memudahkan mereka untuk berbaur.
Para pejabat mengatakan, sebelas narapidana berhasil
ditangkap saat berusaha melarikan diri ketika mereka mencoba berenang. Parat
tahanan yang melarikan diri berhasil mencuri setidaknya lima senapan dan
menembak mati salah satu penjaga penjara.
Menteru Kehakiman Haiti, Camille Edouard Junior, mengatakan
seorang tahanan meninggal setelah jatuh dari dinding dan kepalanya terbentur
saat melarikan diri dari penjara Arcahaie di pantai utara ibukota Port-au-Prince.
"Salah satu penjaga tewas dalam insiden itu. Tiga
tahanan terluka, termasuk satu yang meninggal sebagai akibat dari
luka-lukanya," kata Edouard kepada Reuters.
Sebagai buntut dari melarikan diri massal ini, jasad penjaga
yang tewas tergeletak di penjara dan sejumlah sendal berserakan di lantai.
Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Haiti langsung mengeluarkan pesan keamanan
tentang jebolnya penjara di Arcahaie dan menyarankan warganya untuk menghindari
daerah tersebut.













0 comments:
Posting Komentar