DPO. Pak Nam Pho, provinsi dengan penduduk mayoritas keturunan
Tionghoa di Thailand punya satu tradisi unik, yaitu pemujaan gadis perawan.
Setiap tahun, seorang gadis muda nan cantik dipilih untuk dipuja sebagai
perwujudan dewi welas asih Guan Yin.
Dilansir Coconuts Bangkok (16/9), Kuil Dewa-Dewi Nha Pha
yang terletak di Nakhon Sawan baru saja mengadakan kontes pemilihan Dewi Guan
Yin. Satu dari dua puluh gadis muda berdarah Tionghoa dipilih untuk menjadi
representasi Dewi Guan Yin pada perayaan tahun baru China mendatang. Tak
sembarang orang bisa mengikuti pemilihan ini. Selain cantik dan memiliki darah
Tionghoa, mereka diwajibkan masih perawan dan berusia antara 16-20 tahun.
Kontes Dewi Guan Yin, Thailand 2016 Coconuts Bangkok
Dua puluh kontestan dikerucutkan menjadi lima finalis.
Kemenangan salah satunya ditentukan bukan dengan adu bakat atau penilaian
ketangkasan, tetapi dengan ritual melempar balok kayu. Dua balok kayu dilempar
sebanyak tiga kali. Pada dua kesempatan pertama, salah satu balok harus
menghadap ke atas. Sementara yang lainnya harus menghadap ke bawah. Pada
kesempatan ketiga, kedua balok harus menghadap ke bawah.
Para penyelenggara pemilihan percaya, siapa pun yang
berhasil melakukan lemparan dengan urutan yang benar telah dipilih secara
langsung oleh sang dewi welas asih.
Tahun ini, kontes pemilihan Guan Yin dimenangkan oleh
Tassayaporn Wongsaksirikul yang masih
berusia 16 tahun. Mulai tanggal 21
Januari-1 Februari 2017 nanti, Tassayaporn akan dipuja dan dikarak sebagai
perwujudan Guan Yin di muka bumi.














0 comments:
Posting Komentar