DPO,Wanita asal Lakarsantri, Sephia masuk golongan wanita subur.
Di usianya yang masih 33 tahun dia sudah memiliki lima anak dengan jarak usia
anak sangat dekat.
Usut punya usut semua anaknya ditabung duluan sebelum
pernikahan digelar.
Umi Hany Akasah – Radar Surabaya
NAMA Sephia sebagai wanita yang hobi menabung anak duluan
sebelum menikah terkenal seantero
Lakarsantri.
Wajah ayu dengan gaya genit membuat lulusan vokasi itu mampu
memikat pria-pria seumuran maupun yang lebih tua-tua keladi. Endingnya, dia pun
hamil dulu.
Terhitung, sudah lima anak yang dihasilkan dari proses
married by accident (MBA).
Akan tetapi, di balik sikap playgirl dan kehidupan bebasnya
bersama pria-pria hidung belang, Sephia ini termasuk wanita yang tanggung jawab
dari hasil tabungan kekasihnya.
Ia tidak pernah mau menggugurkan anaknya meskipun beberapa
pria tidak mau menikahinya.
”Itu memang kesalahan saya dan pacar-pacar saya. Tidak ada
anak haram. Semuanya titipan dari
Tuhan. Saya malah bangga karena Tuhan
mempercayakan mereka (anak-anak, red) ke saya,” kata
Sephia di sela-sela sidang
gugatan cerainya dengan suami keempatnya di Pengadilan Agama (PA),
Klas 1A
Surabaya, Senin (7/11).
Menggendong putri kecilnya yang masih berusia satu tahun,
Sephia memang tampak keibuan.
Untuk keempat kalinya, dia akan menjadi janda baru karena
merasa suaminya tidak tanggung jawab.
Suaminya tidak mau menghidupinya dan terkesan hanya numpang
hidup di rumahnya.
Sephia menyatakan, sejak kecil dirinya memang cenderung
bersikap genit.
Ia merasa memiliki ketertarikan lebih besar dengan seorang
pria.
”Aku pernah lho nyobanyoba jual diri. Tapi, aku tidak bisa
tuh menikmati sama orang yang enggak suka, ya sudahlah akhirnya saya memilih
pacaran saja. Kalau hamil ya mau digimanain lagi ya diemong dong,” kata Sephia.
Sebagai anak tunggal dari orang tua yang berada, jika orang
tua marah biasanya hanya sementara.
Akhirnya, juga mereka akan memaafkan dan membantu ngemonganak-anaknya.
”Saya dikawin empat kali, yang pacar kedua saya tidak mau
kawin. Biarlah. Saya cari lagi,” ungkapnya enteng.
Saat ini, Sephia bekerja sebagai salah satu staf di
perusahaan importer Perak.
Selain mengandalkan gaji, untuk menghidupi anakanaknya,
Sephia memiliki tujuh kos-kosan di Lidah Wetan dan Wiyung.
Dua hektar tambaknya masih menghasilkan udang dan bandeng
besar di kawasan Cerme, Gresik.















0 comments:
Posting Komentar