DPO. Jakarta - Salah satu cara turis berpergian ke suatu
destinasi adalah naik yacht, semacam kapal layar. Yang datang ke Indonesia,
berasal darimana dan ngapain saja ya?
"Hingga Juli 2016, sudah 1.500 yacht datang ke
Indonesia. Kebanyakan datangnya ke Bintan dan Batam," kata Menteri
Pariwisata Arif Yahya dalam acara Anugerah Pesona Wisata Bahari Indonesia di
Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat,
Jakarta, Selasa (30/8/2016) malam.
Arief menjelaskan, kebanyakan turis yang datang ke Indonesia
naik yacht berasal dari Singapura dan Australia. Turis yang berasal dari dua
negara itu, masing-masing punya tipikal yang berbeda dan berbeda pula tujuan
destinasinya di Indonesia.
"Dari Singapura itu ke Batam. Kalau dari Australia,
dari Darwin itu ke timur Indonesia sampai Papua," terang Arief.
Sekali kunjungan, turis yang datang naik yacht bisa mencapai
waktu satu bulan lamanya. Mereka pun tak hanya bermain di pantai atau menyelam,
tapi juga mampir ke berbagai destinasi yang ada di tempat tujuannya. Ada yang
trekking, sampai wisata sejarah.
Indonesia memiliki 18 pelabuhan yang menjadi pintu masuk
yacht. Selain di Bintan dan Batam, Pelabuhan lain yang ramai didatangi yacht
ada di Jakarta, Bali (Benoa), Kupang dan Kumai di Kalimantan Tengah.
"Turis yang naik yacht itu spending uangnya besar
sampai Rp 1 M. Kita harus mempermudah mereka untuk datang ke Indonesia,"
tutup Arief.













0 comments:
Posting Komentar