DPO. JAKARTA, - Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur
yang serba cepat, diperlukan adanya inovasi dan teknologi.
Tidak hanya serba cepat, kualitas infrastruktur juga tetap
harus diutamakan. Kualitas ini termasuk juga pembangunan infrastruktur yang
berkelanjutan.
Dalam hal mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,
pemerintah harus menekankan konsep ramah lingkungan.
Oleh karena itu, Badan Penelitan dan Pengembangan
(Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) berinovasi
dengan memunculkan produk Beton Sedikit Semen.
"Kita kerjasama dengan perusahaan untuk coba menyerap
waste(limbah) untuk menghasilkan beton mutu tinggi. Dengan penghematan semen,
dia punya karakteristik" ujar Kepala Balitbang, Arie Setiadi Moerwanto, di
Jakarta, Jumat (26/8/2016).
Arie mengatakan, dalam mengembangkan pasokan listrik dengan
target 35.000 MegaWatt, bahan bakunya memakai batu bara.
Kekurangan dari pemakaian batu bara ini adalah menghasilkan
limbah dari sisa pembakaran berupa abu terbang atau fly ash.
Selama ini, limbah ini hanya menyebabkan pencemaran ketika
dibuang. Sementara jika disimpan, biayanya relatif mahal.
Sementara jika dimanfaatkan, limbah ini bisa menjadi solusi
alternatif untuk menghasilkan material beton.
Mutu material ini juga bagus antara lain untuk
bangunan-bangunan di laut dan jembatan pinggir pantai. Pasalnya, material ini
tidak rentan terhadap korosi.
Keunggulan lain beton ini adalah pembuatannya yang murah
karena menggunakan bahan sisa pembakaran atau limbah abu terbang dari
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dari sisi pengerjaannya juga lebih mudah dan tidak membutuhkan
peralatan khusus. Harga jual material ini mulai dari Rp 1,4 juta per meter
persegi.













0 comments:
Posting Komentar